Xherdan Shaqiri Ubah Gaya Permainan Demi Klopp

Anfield telah memilih Nabil Fekir sebagai pemain pilihan pertama yang menandatangani kontrak musim panas lalu.  Hal ini membuat posisi Xherdan Shaqiri hanya sebagai ban serep saja.

Tapi bila melihat kembali perjalanan pemain dari Swiss ini, bisa dikatakan performanya pertamanya di Premier League sangat menawan dan mempesona. Saat itu Liverpool sedang berlaga melawan Cardiff. Dan di saat itu pula ia mencetak gol pertamanya untuk klub The Reds.

Kerja samanya dengan Sean Morrison yang berjaga di lini pertahanan Liverpool sangatlah apik. Apalagi ketika berhasil melewati Neil Etheridge. Ia merupakan seorang striker yang cukup tangguh.

Penggemar Liverpool langsung mendaulat bahwa Shaqiri merupakan pemain yang pas untuk menggantikan Philippe Coutinho. Pemain dari Brasil yang kini bermain untuk klub Barcelona.

Bukan Pilihan Pertama

Xherdan Shaqiri
Xherdan Shaqiri Ubah Gaya Permainan (Dok.dewaprediksi)

Tapi Xherdan Shaqiri datang di saat yang kurang tepat. Liverpool kala itu sedang membutuhkan seorang gelandang karena telah ditinggalkan oleh Coutinho. Pemain dari Brasil itu resmi meninggalkan Anfield sejak bulan Januari.

Tidak mudah bagi The Reds untuk menemukan pengganti Coutinho. Bahkan tim kebanggaan Anfield ini harus menunggu hingga lima bulan lamanya untuk mengumumkan gelandang pengganti.

Penuh kejutan, pilihan justru jatuh kepada Nabil Fekir, seorang pemain sepak bola dari Prancis. Ia dipilih karena klub menginginkan Fab Four ‘hidup kembali’. Dimana Coutinho merupakan salah satu bagiannya.

Empat pemain yang tergabung dalam Fab Four Anfield sebelumnya adalah Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Philippe Coutinho.

Kembali ke Shaqiri, ia merupakan tipe pemain yang serba guna. Tapi hanya dalam waktu sekejap saja, rating pemain dari Swiss ini yang semula tinggi langsung mendadak menjadi rendah. Hanya karena ia bukanlah Fekir.

Bukan tak dianggap, lebih tepatnya mungkin diabaikan. Padahal Xherdan Shaqiri merupakan pemain yang sudah mengantongi puluhan prestasi.

Menginjak usia ke-26, Shaqiri telah membela tim nasional negaranya sebanyak 70 pertandingan. Bersama Bayern Munich, ia berhasil menyabet medali Liga Champions. Bahkan bukan hanya sekali, tapi dua kali. Belum lagi gol fenomenalnya ke gawang Manchester United.

Sempat Ragu Menggandeng Shaqiri

Jurgen Klopp
Xherdan Shaqiri Ubah Gaya Permainan Demi Jurgen Klopp (Dok.dewaprediksi)

Melansir Sky Sport, The Reds dikabarkan pernah sempat ragu untuk menggaet Shaqiri. Bahkan proses penandatanganan pun diurungkan. Performa pemain Swiss itu dianggap belum cukup untuk memperkuat tim Anfield.

Lebih lanjut, ternyata manajer dari klub ini, Jurgen Klopp, merasa tidak puas dengan performa Shaqiri selama beberapa laga terakhir.

Mendengar alasan dari Klopp, maka terjawab sudah mengapa Shaqiri sempat tidak akan diajak bergabung ke Liverpool. Bukan berarti pemain dari Swiss itu tidak bermain bagus, hanya saja pola dan gaya permainanya tidak sesuai dengan skema dan rancangan Klopp.

Meskipun sempat tak dilirik, tapi kini penggemar Liverpool dapat melihat Shaqiri memakai seragam kebanggaan mereka. Walau lebih sering bermain sebagai pemain pengganti, tapi saat melawan Southampton, Klopp benar-benar mempercayainya sebagai starter.

Keputusan Tepat

Mohamed Salah
Mohamed Salah Mengantikan Posisi Xherdan Shaqiri (Dok.dewaprediksi)

Klopp memang jarang salah. Keputusannya untuk menurunkan Shaqiri sebagai starter menuai hasil yang manis. Karena bantuannya, Mohamed Salah pun berhasil membobol gawang lawan.

Manajer Liverpool ini mengaku bahwa Shaqiri sudah melakukan banyak perubahan terkait gaya permainan. Sehingga ia pantas mendapatkan peluang untuk bermain bersama rekan-rekannya di pertandingan sesungguhnya.

Pada laga melawan Sothampton, Klopp mengakui bahwa kecepatan Shaqiri sangat membantu tim untuk serangan balik. Bagi Klopp bertahan dan menyerang harus seimbang. Dan pemain dari Swiss itu pun mampu memenuhi harapan skema Klopp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *