1


Liga Inggris – Menelan kekalahan 3 kali berturut-turut dalam sepekan, membuat bos Manchester United Jose Mourinho mulai meracau. Tiga hal menjadi sasaran tudingannya, yaitu nasib, wasit, dan yang paling mengkhawatirkan adalah tudingan pada Luke Shaw.

Dilansir dari media asing, pada Senin 19 September 2016, Mourinho didepak Chelsea pada Desember 2015. Kinerja buruk skuat yang berjuluk the Blues itu hanya merupakan dampak, dari kekacauan akibat tidak harmonisnya hubungan pemain, staf, dan pelatih.

Kini, dia tampak bakal meniru kehancuran serupa di Stamford Bridge. Mourinho pernah menyebut pernyataan yang buruk terhadap Shaw, saat dia masih menakhodai Chelsea, karena Shaw lebih memilih gabung MU ketimbang Chelsea.

Menurut Mourinho, kekalahan MU dari Watford tak terlepas dari performa buruk salah satu anak besutannya. Siapa dia?

Bek kiri MU, Luke Shaw, disebut Mourinho, sebagai biang keladi kekalahan MU dari Watford. Performa Shaw saat menghadapi Watford, dianggapnya sangat buruk.

Mourinho menyalahkan Shaw, atas kekandasan 1-3 dari Watford, Minggu 18 September. Menurutnya, bek kiri Inggris itu gagal menjaga Nordin Amrabat, berujung gol ketiga Watford. Mourinho juga sebelumnya menyalahkan Shaw, atas kekalahan dari Manchester City.

“Saya bisa mengategorikan kekalahan ini dalam tiga hal. Pertama, kesalahan krusial wasit yang tidak dalam kendali saya. Tidak ada yang bisa saya lakukan tentang itu. Kedua, adalah tentang beruntung dan tidak beruntung. Itu blagian dari sebuah laga,” ujar Mourinho.

Shaw masuk dalam hal Ketiga. “Hal ketiga ada dalam genggaman tangan saya, yaitu perlunya peningkatan kemampuan skuat dan individual. Berusaha untuk menghentikan kesalahan dalam pertahanan,” ucapnya. Namun, Mourinho tidak mengeluh, saat MU beruntung menang tipis dari Hull City.

Kinerja MU sudah terlihat menurun, dua pekan sebelum derby Manchester, di mana MU butuh gol Marcus Rashford sebelum laga berakhir, untuk menang 1-0. Mourinho juga tidak meracau menyalahkan wasit, jika ada keputusan yang menguntungkan MU.

“Gol perdana Manchester City ke gawang kami, prosesnya sama dengan yang kedua, saat berduel dengan Watford. Kalian bisa menemukan kesamaan di sana, ketika Aleksandar Kolarov mendapatkan bola dalam situasi yang sulit di sudut sempit dan pemain saya, bukannya menekan, malah memberikan ruang,” kecam Mourinho.

Watford memetik gol kedua pada menit 83. Ketika itu, Roberto Pereyra melepaskan umpan tarik mendatar ke dalam kotak penalti.

Juan Camilo Zuniga berdiri bebas di sana. Dia menyongsong umpan tersebut, dengan sepakan kerasnya. Alhasil, gawang David De Gea kebobolan untuk kali kedua. Mourinho pun menyatakan gol ini sebenarnya bisa dicegah, andai Shaw memutus umpan yang dilepaskan Nordin Amrabat kepada Pereyra.

“Amrabat menerima bola, dan bek kiri kami ada 25 meter di depannya, bukan lima meter. Tapinya, meski berjarak 25 meter, kalian harus melompat, menyergap, dan menekannya. Sayangnya, kami tak melakukannya. Cuma menunggu,” kata manajer asal Portugal tersebut.

Kekalahan dari Watford membuat posisi MU anjlok. Kini, mereka duduki peringkat tujuh klasemen sementara Premier League dengan koleksi sembilan angka.

https://www.youtube.com/watch?v=Mqp1tRkKhrI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here