Leicester City tetap santai jelang laga pentingnya lawan Arsenal. Manajer Leicester, yakni Claudio Ranieri, menilai bahwa Arsenal lah yang merasakan tekanan besar.

Leicester akan menantang Arsenal di Stadium Emirates. The Foxes menilai, kemenangan yang diraihkan atas The Gunners akan membuat mereka unggul delapan angka dari rivalnya itu sekaligus meneruskan mimpi untuk meraih titel juara pertama dalam sejarah klub.

Sama halnya dengan Arsenal. Kemenangan akan meramaikan perburuan gelar juara lantaran tim London Utara ini masih punyai peluang besar memperkecil selisih dengan Leicester menjadi dua poin saja.

Tapinya, bahaya jikalau Arsenal gagal memetik tiga angka melawan Leicester. Pasukan Arsene Wenger itu berpotensi dilangkahi Tottenham Hotspur atau Manchester City dan mengikis peluang menjuarai liga yang pertama sejak 2004.

“Tekanannya berada di tim lain. Arsenal punyai banyak tekanan, lantaran mereka menghabiskan banyak uang pada setiap tahunnya,” ungkap Ranieri.

“Kenapa kami harus rasakan tekanan? Kenapa saya harus merasa tertekan? Kami cuma berkeinginan terus bermimpi dengan para pendukung kami. Tolong, jangan ada siapapun yang membangunkan kami.”

“Saya kira kami sudah bekerja keras untuk bisa sampai pada level ini, kami ingin tetap berada di level ini. Tapinya tidak ada tekanan untuk kami,” kata Ranieri.

Arsenal berpeluang besar menjadi lawan yang bakal menyulitkan Leicester. Dari dua kekalahan yang baru diterima Leicester di musim ini, salah satunya didapat dari Arsenal dengan skor akhir 2-5 pada September 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here