Inilah 5 Faktor Impresif Dari Kemenangan Spanyol Atas Macedonia

5Piala Dunia – Spanyol sukses mengandaskan Macedonia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia grup G yang dilangsungkan di Granada, dengan skor mengesankan 4-0. Gol disumbangkan lewat gol bunuh diri Darko Velkowski di menit ke-34, Vitolo di menit 63 dan dua gol dari Nacho Monreal dan Aritz Aduriz pada menit 84 serta 85. Berikut ini 5 hal mengesankan dari kemenangan Spanyol atas Macedonia.

1. Spanyol bermasalah di posisi pilar tengah

Cederanya jagoan skuat berjuluk Matador di barisan belakang, Pique dan Ramos membuat Lopetegui terpaksa harus menurunkan pemain yang kurang berpengalaman di level internasional, yakni Nacho dan Marc Bartra. Keduanya baru berlaga sebanyak 5 kali bersama klubnya masing-masing musim ini. Nacho adalah opsi keempat bek tengah bagi Real Madrid sementara Bartra harus dipaksa hengkang dari Barcelona ke Borussia Dortmund musim panas lalu karena kurangnya waktu bermain.

Macedonia dapat memanfaatkan lemahnya lini ini tapinya berkat aksi penyelamatan cemerlang David de Gea, skuat tuan rumah tidak kejebolan. Tim tamu melakukan percobaan serangan yang berpeluang membuahkan gol melalui Daniel Mojsov dan kapten kesebelasan veteran Goran Pandev, tapi belum membuahkan gol. Bahkan kiper Manchester United ini harus menegur Bastra karena melakukan operan beresiko di area kotak penalti sendiri.

2. Morata gagal menunjukkan dirinya sebagai pemain yang layak masuk tim utama timnas

Alvaro Morata harus berusaha keras untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih dari sekedar supersub baik di klub maupun timnas dan layak masuk tim utama. Di klub ia harus bersaing dengan Karim Benzema yang memiliki hubungan baik dengan sang juru taktik maupun pemilik Real Madrid, selain juga kehadiran bintang Cristiano Ronaldo dan juga Gareth Bale.

Sementara di tingkatan timnas ia harus bersaing dengan Diego Costa karena sejauh ini Lopetegui lebih memilih memainkan bomber Chelsea tersebut. Dengan absennya Costa, harusnya ia bisa menunjukkan dirinya, tetapi sebelum laga berakhir ia harus digantikan oleh pemain kawakan Aduriz yang justru membuahkan satu gol bagi Spanyol, sedangkan Morata tidak bisa memetik satu gol pun di laga ini.

3. Vitolo ditakdirkan untuk merumput di Liga Inggris

Bintang Sevilla ini miliki awal yang meyakinkan musim ini dan ia juga berhasil menunjukkan dirinya dalam timnas Spanyol sebagai pendatang anyar. Vitolo menawarkan kecepatan dan juga kemampuan fisik yang bugar. Saat ini ia adalah pemetik gol terbanyak bagi Spanyol di kualifikasi. Sementara mentransfer bakat dari La Liga ke Premier League bukan merupakan hal yang tidak mungkin sebagai contoh Iago Aspas yang berhasil memperoleh panggilan perdananya ke timnas Spanyol, dengan penampilannya yang semakin memukau Vitolo tampaknya akan menjadi kandidat utama yang bisa diharapkan Sevilla untuk memperoleh tambahan dana.

4. Satu pertandingan akan menentukan juara grup yang bisa lolos langsung ke Rusia

Italia dan Spanyol berada dalam satu grup yaitu grup G, hanya ada satu tiket langsung yang diperebutkan dan tampaknya akan diperebutkan pada saat Azzuri melawat ke markas Spanyol, September tahun depan. Hingga saat ini kedua kesebelasan miliki poin yang sama yaitu 10 poin usai melakoni 4 laga, di saat yang bersamaan Italia juga berhasil memetik kemenangan besar atas Liechtenstein dengan skor 4-0.

5. Silva pemimpin baru Spanyol

Spanyol mengalami era anyar setelah dinakhodai oleh pelatih anyar pengganti De Bosque yang telah berhasil memboyong skuat Matador mengangkat trofi piala dunia dan Piala Eropa. Peran David Silva menjadi lebih krusial saat ini usai cederanya Ramos dan Iniesta, pemain Manchester City ini diberikan tanggung jawab sebagai kapten kesebelasan pada penampilan ke-106 bersama skuat Matador. Empat golnya dalam lima pertandingan di bawah Lopetegui menjadikannya pemetik gol kelima terbanyak sepanjang masa bagi Spanyol dengan 28 gol.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *