Dominasi Klub Spanyol Yang Kian Memudar Di Kompetisi Kontinental

Berita Bola – Dalam tingkat tim nasional, otoritas Spanyol di Eropa bisa dikatakan telah usai. Dengan mulai turunnya kekuasaan Tim Nasional Spanyol┬ápada turnamen internasional tingkat negara, penyebaran dominasi di Benua Biru pun seolah mulai merata. Padahal, sebelumnya dominasi Spanyol sangatlah besar. Bukan cuma kompetisi dalam benua, pada tingkat dunia pun Iker Casillas dan kolega sangat berkuasa dan sempat merengkuh trofi Piala Dunia pada tahun 2010.

real-madrid_017128f


Walaupun sudah sedikit melemah dalam skala tim nasional, tapi tidak dalam tingkat klub. Amati saja musim lalu. Dari dua kompetisi antar kesebelasan yang digelar, dua kampiunnya merupakan kesebelasan asal Spanyol. Di Liga Champions, Real Madrid sukses merengkuh trofi ke-11 mereka sepanjang sejarah.

Bahkan, pada partai puncak pun mereka juga berjumpa tim asal Spanyol yang merupakan seteru satu kota mereka, yaitu Atletico Madrid. Sementara di Europa League, Sevilla kembali membuktikan kekuasaan mereka dengan menaklukanLiverpool di partai final dan memastikan trofi ketiga beruntun mereka di kompetisi itu.

Tapi, di musim ini sepertinya hal itu bisa sedikit berubah. Di Liga Champions, tiga dari empat tim asal negeri Matador berada ditepi jurang antara lolos atau gugur. Madrid memang telah lolos dengan agregat 6-2 atas Napoli.

Meski tekanan San Paolo pada leg kedua cukup intens, namun Los Blancos berhasil melalui semua itu dan mengukuhkan diri di babak perempat final Liga Champions. Sementara itu Sevilla hanya memimpin satu gol agregat dengan Leicester yang menyimpan satu gol tandang. Tak perlu membahas tim asal Catalan, Barcelona. Kecuali trio MSN sanggup memporak-porandakan gawang Kevin Trapp, maka mereka bisa berpeluang untuk terus melangkah.

Sejauh ini, bisa dikatakan hanya Atletico-lah yang berkesempatan paling tinggi untuk melaju ke babak berikutnya. Dengan koleksi empat gol tandang yang mereka kumpulkan di leg pertama, tentu pasukan yang dikomandoi Diego Simeone merupakan wakil yang cukup nyata dari Spanyol di babak delapan besar ajang ini.

Bagi Sevilla, merumput di Inggris mungkin menjadi hal terakhir yang mereka harapkan di leg kedua. Gol Jamie Vardy di leg pertama pun memastikan pasukan yang dibesut oleh Jorge Sampaoli harus mengerahkan seluru upaya yang cukup keras pada leg kedua demi memantapkan langkah untuk melaju ke babak selanjutnya.

Blaugrana pun saat ini hanya bisa bertumpu pada mukjizat untuk bisa terus melangkah, lantaran belum ada kesebelasan sepanjang sejarah Liga Champions dilangsungkan yang sukses mengembalikan agregat empat gol pada leg pertama dan tembus ke babak selanjutnya.

Di Europa League pun demikian. Usai Sevilla naik level ke kejuaraan yang lebih bergengsi, Kini hanya tersisa Celta Vigo satu-satunya kesebelasan asal Spanyol yang bertarung di kompetisi ini. Memang, pasukan yang dikomandoi oleh Eduardo Berizzo membukukan hasil gemilang di Copa del Rey ketika menyisihkan Los Blancos.

Tapi, dalam kejuaraan tingkat benua, Celta bisa dikatakan masih kurang berpengalaman dan mungkin cuma akan menjadi objek pelampiasan Shakhtar Donetsk pada babak 16 besar. Ini pun menjadi sinyal bahwa sebagian besar kesebelasan Spanyol lambat laun mulai kehilangan dominasi mereka di kejuaraan Benua Biru yang telah mereka capai dalam beberapa musim belakangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *