4 Punggawa Yang Pernah Berkubu Dengan Chelsea dan MU

Berita Bola – Chelsea akan berjumpa dengan Manchester United di perempat final FA Cup dinihari WIB nanti. The Blues optimis bisa menyingkirkan The Red Devils dalam turnamen ini. Chelsea tengah dalam performa terbaiknya musim ini. Mereka memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dengan torehan 66 poin dari 27 laga.

Sementara The Red Devils masih bercokol di posisi ke-6 dengan torehan 49 poin dari 26 laga. Tapi MU juga tengah optimis disusul trofi EFL Cup yang diraihnya belum lama ini. Uniknya, perjumpaan kedua kubu ini diwarnai dengan sejumlah pemain yang pernah berkhianat. Meski berkompetisi dengan sengit, tapi transfer pemain antar kedua kubu tak terhindarkan. Berikut sejumlah pemain yang pernah berseragam Chelsea dan MU :

1. Mark Hughes

Chelsea v Manchester United FA Cup Final 1994  Pic : Action Images   Mark Hughes celebrates his goal  Football


Mark Hughes tumbuh dan berkembang di akademi Manchester United. Sebagai striker, sepak terjang Hughes bersama MU cukup cemerlang. Ia sukses mempersembahkan dua titel Liga Premier, tiga Piala FA, satu Piala Liga, dan satu Piala UEFA bagi The Red Devils di era 80-90an.

Tak heran sampai saat ini pendukung Setan Merah tetap menilainya sebagai pahlawan. Bahkan beberapa kali kabar berhembus bahwa Hughes akan segera kembali ke Old Trafford sebagai sang juru taktik. Hughes sendiri hijrah ke Chelsea pada tahun 1995. Ia berhasil mempersembahkan tiga gelar selama di sana. Kini Hughes ditunjuk sebagai juru taktik Stoke City. Tapi ia tetap diberi sambutan hangat dari fans Manchester United dan Chelsea tiap kali kembali.

2. Juan Mata

037


Juan Mata merupakan salah satu pemain yang paling dihormati publik Stamford Bridge. Tak ayal namanya diberi penghargaan sebagai pemain terbaik Chelsea tahun 2011 sampai 2013. Selama tiga tahun berseragam The Blues, Mata telah mempersembahkan tiga trofi. Termasuk trofi Liga Champions pertama kalinya bagi Chelsea pada musim 2011/12.

Sayangnya, kedatangan Jose Mourinho membuat karirnya berubah. Ia lebih sering menghiasi bangku cadangan sebelum akhirnya dilego ke Manchester United tahun 2013. Saat ini Mata masih berseragam Setan Merah. Ia berhasil mencatat 35 gol dari 140 laga di semua ajang kejuaraan.

3. Radamel Falcao

Falcao


Radamel Falcao adalah salah satu pemain yang diboyong pelatih MU, Louis van Gaal pada musim perdananya. Ia berharap Falcao bisa menjadi predator yang haus gol bagi The Red Devils. Tapi sayangnya, ekspektasi van Gaal berbanding terbalik dari faktanya. Penyerang berpaspor Kolombia itu hanya merumput dalam 26 laga dan mempersembahkan empat gol.

Untungnya, pada musim panas 2015 lalu Jose Mourinho memboyongnya ke Stamford Bridge. Mourinho percaya bisa mengembalikan performa terbaik mantan ujung tombak Atletico Madrid tersebut. Namun, sama seperti van Gaal, Mourinho pun harus merasakan perasaan kecewa. Falcao malah kerap dibekap cedera dan akhirnya dipulangkan ke AS Monaco.

4. Juan Sebastian Veron

a2fe8cad2820293c4da2237b70af6ac7


Juan Sebastian Veron sempat digadang-gadang sebagai salah satu pemain terbaik milik Argentina. Performa menterengnya bersama tiga kesebelasan Serie A, Lazio, Parma, dan Sampdoria membuat banyak kesebelasan top yang tertarik padanya. Ia pun hirjah ke MU pada tahun 2001 dengan mahar hingga 28,1 juta pounds. Sekaligus menjadikannya pemain termahal di era itu.

Tapinya, Veron gagal menyesuaikan diri dengan permainan The Red Devils. Ia hanya mencatatkan enam gol dari 42 laga di semua ajang kejuaraan. Veron akhirnya dilego ke Chelsea tahun 2003. Di sana ia pun tak berhasil jadi pemain inti dan dipinjamkan ke Inter setahun setelahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *